Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di SDLB PRI Buaran Pekalongan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat problematika belajar pada anak autis diantaranya adalah gangguan konsentrasi yang disebabkan oleh gangguan lain diantaranya hiperaktif, adanya gangguan komunikasi verbal dan komunikasi non verbal yang berupa kesulitan atau keterlambatan berbicara dan adany...

Ful tanımlama

Kaydedildi:
Detaylı Bibliyografya
Asıl Yazarlar: ITA ULFIANA, Aris Nurkhamidi, M. Ag
Materyal Türü: Online
Dil:Indonesia
Baskı/Yayın Bilgisi: Jurusan Tarbiyah-Pendidikan Agama Islam- STAIN Pekalongan 2012
Online Erişim:http://103.142.62.240:80/perpus/index.php?p=show_detail&id=26421
Etiketler: Etiketle
Etiket eklenmemiş, İlk siz ekleyin!
id oai:slims-26421
recordtype slims
spelling oai:slims-26421Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di SDLB PRI Buaran Pekalongan ITA ULFIANA Aris Nurkhamidi, M. Ag Jurusan Tarbiyah-Pendidikan Agama Islam- STAIN Pekalongan 2012 Indonesia Skripsi Skripsi xiv.;.145 hal.; 21 X 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat problematika belajar pada anak autis diantaranya adalah gangguan konsentrasi yang disebabkan oleh gangguan lain diantaranya hiperaktif, adanya gangguan komunikasi verbal dan komunikasi non verbal yang berupa kesulitan atau keterlambatan berbicara dan adanya respon anak yang membutuhkan waktu yang lama saat proses pembelajaran, akibatnya siswa autis sulit untuk menerima materi. Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran pendidikan agama islam terbagi menjadi dua yaitu faktor intern dan faktoe ekstern. Faktor pendukung intern dapat dilihat dari diri siswa yang mudah menerima materi pelajaran dengan bantuan guru yang memperhitungkan taraf kematangan siswa autis dan faktor pendukung ekstern dapat dilihat dari peran guru yang selalu menumbuhkembangkan semangat belajar siswa autis. Faktor penghambat intern dapat dilihat dari karakteristik siswa yang berbeda-beda dan kurangnya minat dan motivasi dalam pembelajaran, sedangkan faktor penghambat ekstern diantaranya adalah kurangnya pendidik, kurangnya fasilitas, kurangnya alat atau media, tidak adanya buku pegangan PAI khusus untuk anak autis, alokasi waktu yang sempit, dan belum adanya kurikulum yang tertulis. Penerapan metode pembelajaran PAI pada anak autis di SDLB PRI Buaran Pekalongan sebenarnya hampir sama di sekolah-sekolah umum namun yang membedakan adalah diperlakukannya perlakuan khusus bagi anak autis, yaitu dengan penyampaian materi yang berulang-ulang. Dalam pembelajaran pendidikan agama islam, pendidik menggunakan metode ceramah, tanya jawab, peragaan, drill, dan resitasi. Metode yang digunakan didasarkan pada karakteristik, kondisi dan kemampuan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat problematika belajar pada anak autis diantaranya adalah gangguan konsentrasi yang disebabkan oleh gangguan lain diantaranya hiperaktif, adanya gangguan komunikasi verbal dan komunikasi non verbal yang berupa kesulitan atau keterlambatan berbicara dan adanya respon anak yang membutuhkan waktu yang lama saat proses pembelajaran, akibatnya siswa autis sulit untuk menerima materi. Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran pendidikan agama islam terbagi menjadi dua yaitu faktor intern dan faktoe ekstern. Faktor pendukung intern dapat dilihat dari diri siswa yang mudah menerima materi pelajaran dengan bantuan guru yang memperhitungkan taraf kematangan siswa autis dan faktor pendukung ekstern dapat dilihat dari peran guru yang selalu menumbuhkembangkan semangat belajar siswa autis. Faktor penghambat intern dapat dilihat dari karakteristik siswa yang berbeda-beda dan kurangnya minat dan motivasi dalam pembelajaran, sedangkan faktor penghambat ekstern diantaranya adalah kurangnya pendidik, kurangnya fasilitas, kurangnya alat atau media, tidak adanya buku pegangan PAI khusus untuk anak autis, alokasi waktu yang sempit, dan belum adanya kurikulum yang tertulis. Penerapan metode pembelajaran PAI pada anak autis di SDLB PRI Buaran Pekalongan sebenarnya hampir sama di sekolah-sekolah umum namun yang membedakan adalah diperlakukannya perlakuan khusus bagi anak autis, yaitu dengan penyampaian materi yang berulang-ulang. Dalam pembelajaran pendidikan agama islam, pendidik menggunakan metode ceramah, tanya jawab, peragaan, drill, dan resitasi. Metode yang digunakan didasarkan pada karakteristik, kondisi dan kemampuan peserta didik. Metode Belajar : Pendidikan Khusus PAI12.264 http://103.142.62.240:80/perpus/index.php?p=show_detail&id=26421 PAI12.264 ULF m 02SK026421.00 02SK026421.01 02SK026421.02
institution IAIN Pekalongan
collection Book
language Indonesia
format Online
author ITA ULFIANA
Aris Nurkhamidi, M. Ag
spellingShingle ITA ULFIANA
Aris Nurkhamidi, M. Ag
Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di SDLB PRI Buaran Pekalongan
author_facet ITA ULFIANA
Aris Nurkhamidi, M. Ag
author_sort ITA ULFIANA
title Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di SDLB PRI Buaran Pekalongan
title_short Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di SDLB PRI Buaran Pekalongan
title_full Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di SDLB PRI Buaran Pekalongan
title_fullStr Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di SDLB PRI Buaran Pekalongan
title_full_unstemmed Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Autis Di SDLB PRI Buaran Pekalongan
title_sort metode pembelajaran pendidikan agama islam pada anak autis di sdlb pri buaran pekalongan
description Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat problematika belajar pada anak autis diantaranya adalah gangguan konsentrasi yang disebabkan oleh gangguan lain diantaranya hiperaktif, adanya gangguan komunikasi verbal dan komunikasi non verbal yang berupa kesulitan atau keterlambatan berbicara dan adanya respon anak yang membutuhkan waktu yang lama saat proses pembelajaran, akibatnya siswa autis sulit untuk menerima materi. Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran pendidikan agama islam terbagi menjadi dua yaitu faktor intern dan faktoe ekstern. Faktor pendukung intern dapat dilihat dari diri siswa yang mudah menerima materi pelajaran dengan bantuan guru yang memperhitungkan taraf kematangan siswa autis dan faktor pendukung ekstern dapat dilihat dari peran guru yang selalu menumbuhkembangkan semangat belajar siswa autis. Faktor penghambat intern dapat dilihat dari karakteristik siswa yang berbeda-beda dan kurangnya minat dan motivasi dalam pembelajaran, sedangkan faktor penghambat ekstern diantaranya adalah kurangnya pendidik, kurangnya fasilitas, kurangnya alat atau media, tidak adanya buku pegangan PAI khusus untuk anak autis, alokasi waktu yang sempit, dan belum adanya kurikulum yang tertulis. Penerapan metode pembelajaran PAI pada anak autis di SDLB PRI Buaran Pekalongan sebenarnya hampir sama di sekolah-sekolah umum namun yang membedakan adalah diperlakukannya perlakuan khusus bagi anak autis, yaitu dengan penyampaian materi yang berulang-ulang. Dalam pembelajaran pendidikan agama islam, pendidik menggunakan metode ceramah, tanya jawab, peragaan, drill, dan resitasi. Metode yang digunakan didasarkan pada karakteristik, kondisi dan kemampuan peserta didik.
publisher Jurusan Tarbiyah-Pendidikan Agama Islam- STAIN Pekalongan
publishDate 2012
url http://103.142.62.240:80/perpus/index.php?p=show_detail&id=26421
_version_ 1690547491806642176
score 11.174184