Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Dan Implikasinya Dalam PendiKecamatan :TIDAK TERSAJI

Penelitian ini dilatar belakangi mengenai konsep dan definisi orang tentang pernikahan pada setiap kebudayaan dan suku bangsa tidaklah sama. Tetapi mereka mempunyai pandangan yang sama bahwa sebuah pernikahan itu suci dan sakral. Penilaian masyarakat tentang sebuah pernikahan dapat memberikan pengar...

Descripción completa

Guardado en:
Detalles Bibliográficos
Autores Principales: Nur Anifa, Dra. Hj. Fatikhah, M. Ag
Formato: Online
Lenguaje:Indonesia
Publicado: Jurusan tarbiyah- Pendidikan Agama Islam - STAIN Pekalongan 2008
Acceso en línea:http://103.142.62.240:80/perpus/index.php?p=show_detail&id=88137
Etiquetas: Agregar Etiqueta
Sin Etiquetas, Sea el primero en etiquetar este registro!
id oai:slims-88137
recordtype slims
spelling oai:slims-88137Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Dan Implikasinya Dalam PendiKecamatan :TIDAK TERSAJI Nur Anifa Dra. Hj. Fatikhah, M. Ag Jurusan tarbiyah- Pendidikan Agama Islam - STAIN Pekalongan 2008 Indonesia Skripsi Skripsi xi, 82 hal.; 30 cm. Penelitian ini dilatar belakangi mengenai konsep dan definisi orang tentang pernikahan pada setiap kebudayaan dan suku bangsa tidaklah sama. Tetapi mereka mempunyai pandangan yang sama bahwa sebuah pernikahan itu suci dan sakral. Penilaian masyarakat tentang sebuah pernikahan dapat memberikan pengaruh dalam pendidikan. Bagi mereka yang tidak mementingkan pendidikan akan menikahkan putra-putrinya pada usia dini, dengan melepaskan tanggung jawab sebagai orang tua. Namun bagi mereka yang mementingkan pendidikan, akan menyuruh putra-putrinya untuk mendalami pendidikan kejenjang pendidikan lanjut atau pendidikan tinggi. Dan fenomena yang terjadi di desa Sapuro bahwa kebanyakan para pelaku pernikahan dini belum memiliki kesiapan mental ataupun keuangan sehingga setelah menikah mereka belum bisa mandiri sepenuhnya. Sehingga kajian dalam penelitian ini meliputi bagaimana persepsi masyarakat tentang pernikahan dini dan bagaimana implikasinya dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Dari penelitain yang dilakukan diketahui bahwa masyarakat memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai pernikahan dini. Ada yang menerima pernikahan dini dengan alasan untuk menjauhkan dari perbuatan maksiat. Sedangkan yang menolak pernikahan dini dengan alasan rumah tangga bisa berantakan karena kurangnya kedewasaan yang dimiliki dan mempunyai resiko yang tinggi ketika melahirkan. Dengan demikian, mereka yang menerima pernikahan dini secara otomatis mendukung terlaksananya pernikahan dini, dan yang menolak terjadinya pernikahan dini menghendaki agar para remaja menyelesaikan pendidikannya terlebih dulu. Penelitian ini dilatar belakangi mengenai konsep dan definisi orang tentang pernikahan pada setiap kebudayaan dan suku bangsa tidaklah sama. Tetapi mereka mempunyai pandangan yang sama bahwa sebuah pernikahan itu suci dan sakral. Penilaian masyarakat tentang sebuah pernikahan dapat memberikan pengaruh dalam pendidikan. Bagi mereka yang tidak mementingkan pendidikan akan menikahkan putra-putrinya pada usia dini, dengan melepaskan tanggung jawab sebagai orang tua. Namun bagi mereka yang mementingkan pendidikan, akan menyuruh putra-putrinya untuk mendalami pendidikan kejenjang pendidikan lanjut atau pendidikan tinggi. Dan fenomena yang terjadi di desa Sapuro bahwa kebanyakan para pelaku pernikahan dini belum memiliki kesiapan mental ataupun keuangan sehingga setelah menikah mereka belum bisa mandiri sepenuhnya. Sehingga kajian dalam penelitian ini meliputi bagaimana persepsi masyarakat tentang pernikahan dini dan bagaimana implikasinya dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Dari penelitain yang dilakukan diketahui bahwa masyarakat memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai pernikahan dini. Ada yang menerima pernikahan dini dengan alasan untuk menjauhkan dari perbuatan maksiat. Sedangkan yang menolak pernikahan dini dengan alasan rumah tangga bisa berantakan karena kurangnya kedewasaan yang dimiliki dan mempunyai resiko yang tinggi ketika melahirkan. Dengan demikian, mereka yang menerima pernikahan dini secara otomatis mendukung terlaksananya pernikahan dini, dan yang menolak terjadinya pernikahan dini menghendaki agar para remaja menyelesaikan pendidikannya terlebih dulu. Persepsi Interaksi Sosial 302 http://103.142.62.240:80/perpus/index.php?p=show_detail&id=88137 302 ANI p 08SK088137.00
institution IAIN Pekalongan
collection Book
language Indonesia
format Online
author Nur Anifa
Dra. Hj. Fatikhah, M. Ag
spellingShingle Nur Anifa
Dra. Hj. Fatikhah, M. Ag
Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Dan Implikasinya Dalam PendiKecamatan :TIDAK TERSAJI
author_facet Nur Anifa
Dra. Hj. Fatikhah, M. Ag
author_sort Nur Anifa
title Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Dan Implikasinya Dalam PendiKecamatan :TIDAK TERSAJI
title_short Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Dan Implikasinya Dalam PendiKecamatan :TIDAK TERSAJI
title_full Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Dan Implikasinya Dalam PendiKecamatan :TIDAK TERSAJI
title_fullStr Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Dan Implikasinya Dalam PendiKecamatan :TIDAK TERSAJI
title_full_unstemmed Persepsi Masyarakat Tentang Pernikahan Dini Dan Implikasinya Dalam PendiKecamatan :TIDAK TERSAJI
title_sort persepsi masyarakat tentang pernikahan dini dan implikasinya dalam pendikecamatan :tidak tersaji
description Penelitian ini dilatar belakangi mengenai konsep dan definisi orang tentang pernikahan pada setiap kebudayaan dan suku bangsa tidaklah sama. Tetapi mereka mempunyai pandangan yang sama bahwa sebuah pernikahan itu suci dan sakral. Penilaian masyarakat tentang sebuah pernikahan dapat memberikan pengaruh dalam pendidikan. Bagi mereka yang tidak mementingkan pendidikan akan menikahkan putra-putrinya pada usia dini, dengan melepaskan tanggung jawab sebagai orang tua. Namun bagi mereka yang mementingkan pendidikan, akan menyuruh putra-putrinya untuk mendalami pendidikan kejenjang pendidikan lanjut atau pendidikan tinggi. Dan fenomena yang terjadi di desa Sapuro bahwa kebanyakan para pelaku pernikahan dini belum memiliki kesiapan mental ataupun keuangan sehingga setelah menikah mereka belum bisa mandiri sepenuhnya. Sehingga kajian dalam penelitian ini meliputi bagaimana persepsi masyarakat tentang pernikahan dini dan bagaimana implikasinya dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Dari penelitain yang dilakukan diketahui bahwa masyarakat memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai pernikahan dini. Ada yang menerima pernikahan dini dengan alasan untuk menjauhkan dari perbuatan maksiat. Sedangkan yang menolak pernikahan dini dengan alasan rumah tangga bisa berantakan karena kurangnya kedewasaan yang dimiliki dan mempunyai resiko yang tinggi ketika melahirkan. Dengan demikian, mereka yang menerima pernikahan dini secara otomatis mendukung terlaksananya pernikahan dini, dan yang menolak terjadinya pernikahan dini menghendaki agar para remaja menyelesaikan pendidikannya terlebih dulu.
publisher Jurusan tarbiyah- Pendidikan Agama Islam - STAIN Pekalongan
publishDate 2008
url http://103.142.62.240:80/perpus/index.php?p=show_detail&id=88137
_version_ 1690547265951760384
score 11.174184